our secret place
15:14, 16 January 2017Fanfiction by Jkookie
Jungkook aku faham. Mengapa kau seperti ini. Aku ingat kejadian tahun lalu. Seharusnya aku mendengarkanmu. Apa yang kau inginkan?—
—Saat itu. Kau terus memaksakku tapi aku tidak mendengarkan. Aku menyesal, tapi itu kesalahanku. Dan itu bertepatan dengan,
Kau membuangku dari hidupmu.
Tahun lalu. Yang sekarang aku jalani adalah menjadi kekasih Taehyung. Aku tidak bisa mengerti kenapa bisa secepat ini. Terkahir karena aku berkomunikasi dengan Jungkook dua bulan yang lalu, sebelum aku kehilangan kontaknya. Aku sendiri belum sepenuhnya percaya. Setelah dua bulan itu, libur musim panas datang. Aku tidak dapat berjumpa lagi dengan Jungkook. Pertemuanku terlalu singkat.
Bukan Jungkook. Kenapa? Yang aku harapkan adalah sosok dia. Aku tidak dapat menolak Taehyung lantaran aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang di inginkan Jungkook. Lantas aku menerimanya, sebagai pengganti kekecewaanku. Bagaimana dengan Jungkook, apa dia baik-baik saja?
Jungkook dimana.
Terkadang senyumnya membuatku lupa dengan posisiku. Teman. Aku masih temannya. Jungkook selalu membuatku penasaran, bahkan sampai sekarang ini.
Summer say hello to me.
..
"Jimin ada apa?"
Aku semula melamun terkejut. Dengan wajah Taehyung yang tiba-tiba menempel pada hidungku. Aku sedikit menjauh. Membuang muka seraya menggeleng.
"Tidak"
Aku begitu jelas melihat mimik Taehyung yang sedikit khawatir padaku. Sangat tergambar, Tarhyung orang yang penuh perhatian dan ceria. Tidak dingin dan secuek Jungkook. Itu yang membuatku sedikit merasa nyaman, akupun juga perlahan dapat melupakan sejenak..
Perasaanku terhadap Jungkook.
"Hei, kau ingin jalan-jalan disekitar sini? Aku dengar penjual ice cream di seberang sana sangat bermurah hati membagikan ice cream nya pada sepasang kekasih dan anak-anak
-di music panas"
Aku mengangguk. Mungkin hal itu cukup menarik juga daripada terus berdiam ditepi kolam seperti ini. Terlalu berlebihan bukan?
Seperti biasa, Taehyung bicara banyak hari ini. Dia juga terlalu banyak mengeluarkan tenaga, untuk menghiburku. Suasanaku memang tidak berkompromi padanya. Tapi Ia seolah menggiringku untuk kedalam suasananya. Damai, tenang. Begitu yang aku rasakan setelahnya.
Aku fikir sebaiknya pulang ke rumah masing masing itu sedikit mengurangi bebannya. Aku masih sedikit tidak mood untuk berkencan dengannya siang ini. Aku tidak ingin membuatnya terus kerepotan menghiburku.
"Jimin, bukankah kita belum ke tempat yang ingin kau kunjungi itu?"
"Tidak apa, besok saja. Aku sedang tidak mood hari ini"
"Mm"
Baik. Jawabannya terdengar melirih, tapi aku yakin dia sedikit kecewa. Aku akan memperbaiki kekecewaannya lain kali.
.
.
.
.
.
Hyung, kau ingat di tempat ini kita pernah mengungkapkan rahasia masing-masing? Ah.. aku selalu ingin mendatanginya..
.
.
.
.
Aku selalu ingat Jungkook. Bahkan aku berada di sini sekarang, aku ingin kau yang menemaniku di tempat ini. Tapi aku takut.... kau akan mengacuhkanku
Atau kurasa,bahkan kau sudah menghapus tempat ini dari ingatanmu..
Aku benar kan, Jungkook?
secret place we faded
..
..
.
I promises to
.
.
vomment
Hayo udah janji lo wkwk. Sekian selamat ber hurt ria><"
There are no comments yet. Log in to be the first to leave a review!





