Story About The Second Wife part 15 - Epilog 2
22:31, 3 September 2019Author: everydreamscometrue
Tittle: Story About The Second Wife 15- Epilog 2
Category: romance, married life,yadong, NC21, chapter
Cast:
Cho Kyuhyun
Jun Hannie (oc)
Kim Raena
Other cast
Author Note:
Dilarang plagiat, repost, remake dan sebangsanya. Mau terus baca atau mau teken 'back' pilihan di jari kalian. Saya menulis apa yang ingin saya tulis bukan karena permintaan.
Happy reading all and typo is my style
############
*Sebelumnya*
"Tadi Kyuhyun-ssi suamimu dan Raena-ssi datang ke sini, ke kantor tempat aku bekerja." Kata Jinri terdengar hati-hati.
"Apa? Mereka datang ke kantor catatan sipil? Untuk apa?" Tanya Hannie waspada. Jinri temannya ini memang bekerja di kantor catatan sipil. Dan dia bertanya-tanya untuk apa suami dan mantan madunya itu pergi kesana. Jangan-jangan......
"Anu, mereka kemari untuk mengurus dokumen pernikahan. Raena-ssi........"
Belum sempat Jinri menyelesaikan kalimatnya, Hannie langsung melempar kuat ponselnya yang jatuh ke lantai marmer yang tidak ditutupi karpet. Akibatnya baterai ponsel itu terlepas dan ponsel pun mati. Entahlah rusak atau tidak. Aksinya itu sukses mengagetkan sikembar dan pelayan yang asyik bermain dengan riang. Mereka menatap Hannie dengan keheranan sedangkan gadis itu justru lunglai dan menangis sesenggukan. Dan tangisan itu membuat sikembar ikut menangis. Ruang tengah yang tadinya dipenuhi canda tawa berubah jadi acara tangisan. Membuat kedua pelayan itu kebingungan dengan perubahan mendadak ini.
*Sekarang*
"Hannie-aa, kau kenapa?" Tanya Han ahjumma mendekati Hannie dan menepuk lembut bahunya. Tapi gadis itu tidak menjawab malah tangisnya makin keras. Dan seolah dikomando tangisan sikembar pun ikut-ikutan tambah keras. Mereka berdiri dan berjalan ke arah eommanya dan masing-masing memeluk kaki eommanya yang terjuntai ke bawah.
Suasana ruang tengah yang semula dihiasi gelak tawa ceria berubah jadi acara tangisan. Setelah menerima telpon dari Jinri, Hannie pun hanya bisa menangis setelah sebelumnya melemparkan ponselnya ke lantai dengan perasaan campur aduk. Dan ternyata kedua balita kembarnya malah ikut-ikutan menangis. Gadis itu membiarkannya saja. Mungkin mereka memang tidak tahu ada masalah apa hingga eommanya menangis. Tapi mungkin saja ada semacam kontak batin ibu dan anak hingga jika ketika Hannie sedih seperti sekarang, kedua balitanya ikut merasakannya. Jadi dia biarkan saja kedua puteranya itu ikut menemaninya yang sedang meluapkan kesedihannya.
"Shhhh....sayang Geun-ah, Hyun-ah. Sshhh.....jangan menangis ya sayang." Nayoung berusaha menenangkan kembali kedua balita itu. Tapi karena sang eomma terus menangis maka mereka pun ikut-ikutan menangis.
"Arghhh....ini tidak bisa dibiarkan. Youngie, kau urus sikembar. Aku telpon tuan Kyuhyun." Titah Han ahjumma.
Dan keduanya pun menjalankan tugas masing-masing. Nayoung mengurus sikembar, membujuknya agar berhenti menangis sementara Han ahjumma menelpon Kyuhyun. Wanita itu terpaksa menelpon ke ruang makan karena di ruang tengah terlalu berisik oleh suara tangis eomma dan kedua putera kembarnya.
Setelah menunggu beberapa lama dengan kedua pelayan yang kerepotan bersusah payah membujuk Hannie dan sikembar agar berhenti menangis, akhirnya Kyuhyun datang juga. Pria itu berjalan tergesa-gesa ke arah mereka.
"Ahjumma, Yongie. Apa yang terjadi pada mereka?" Tanya Kyuhyun khawatir. Dia mengusap-usap lembut punggung kedua puteranya yang masih menangis. Ternyata tindakan itu membuat kedua malaikat kecil itu jadi tenang. Tatapan pria itu beralih pada Hannie yang masih menangis.
"Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja Hannie-aa menangis setelah menerima telpon dari seseorang. Itu ponselnya langsung dibanting." Jelas Han ahjumma yang diangguki Nayoung.
"Siapa yang menelponnya?" Tanya Kyuhyun penasaran. Matanya mengikuti arah tunjuk Han ahjumma kepada ponsel Hannie yang tergeletak di lantai dengan baterai yang terlepas.
"Aduh aku juga tidak tahu. Tadi terlalu asyik bermain dengan sikembar jadi tidak terlalu memperhatikan Hannie-aa. Tapi sejak tadi dia melamun terus. Bahkan belakangan ini dia suka sekali melamun sejak....ups tidak tidak." Han ahjumma mendadak menghentikan bicaranya.
"Sejak kapan ahjumma?" Tanya Kyuhyun tidak sabar.
"Eh anu itu anu.....uhmm.....sejak......sejak kepulangan nyonya Raena ke Korea ini dan kalian jadi dekat lagi. Mungkin Hannie-aa merasa cemburu." Sahut Han ahjumma pelan.
"Oh iya tuan kalau tidak salah tadi saat menerima telpon, Hannie-aa menyebut nama 'Jinri'. Mungkin Jinri itu yang menyebabkan dia menangis." Sela Nayoung.
Kyuhyun tampak terdiam seperti berpikir atau mengingat-ingat sesuatu. "Begitukah? Ah aku mengerti sekarang." Tiba-tiba senyum tersungging di bibir pria itu.
"Uhm ahjumma, Yongie. Aku minta tolong jaga sikembar dulu. Ini sudah waktunya mereka makan siang kan? Nanti kalau sudah selesai mereka tidur siangnya disini saja. Aku harus bicara 4 mata dengan istriku di kamar kami." Kyuhyun memberi perintah.
"Baik." Sahut kedua pelayan itu bersamaan.
Lalu kedua pelayan itu membawa Yonggeun dan Yohyun ke ruang makan. Sementara Kyuhyun membelai rambut Hannie. Gadis itu tetap menangis dengan wajah yang dia sembunyikan pada kedua lututnya.
"Kita ke kamar. Ada yang harus kita bicarakan berdua." Bisik Kyuhyun lembut.
Hannie bergegas bangkit dan dengan cepat berjalan menuju tangga ke kamarnya di lantai atas tanpa menghiraukan Kyuhyun yang menyusul di belakangnya. Setelah tiba di kamar, dia langsung melemparkan dirinya ke ranjang dengan keadaan tengkurap sambil terus menangis membenamkan wajahnya pada bantal. Hannie merasakan tangan besar Kyuhyun membelai lembut rambut dan punggungnya. Tidak ada yang bicara diantara mereka. Hanya suara tangis Hannie yang terdengar memenuhi ruangan. Tiba-tiba gadis itu duduk dan menepis kasar tangan Kyuhyun. Matanya menatap tajam pada pria itu masih dengan linangan air matanya.
"Hiks.......OPPA JAHAT! Kata oppa hanya aku satu-satunya wanita yang akan ada dihidup oppa. Oppa tidak akan pernah menduakan ku lagi.Tapi kenapa oppa malah ingin rujuk lagi dengan eonnie? Kalau kalian memang masih saling cinta kenapa dulu harus bercerai? Kenapa oppa repot-repot memintaku kembali? Dulu aku sudah merelakan oppa bahagia bersama eonnie. Kalau akhirnya begini lebih baik oppa tidak perlu melakukan hal itu. Hiks....hiks..... Huuuu......." Tangis Hannie pecah setelah mengeluarkan seluruh isi hatinya.
Anehnya walau tangisan Hannie terdengar memilukan tapi Kyuhyun malah tenang-tenang saja. Pria itu justru tersenyum sehingga membuat gadis itu tambah kesal. Apa bagi suaminya suatu kebanggaan bisa menyakitinya lagi?
"OPPA JAHAT! AKU BENCI OPPA!" Maki Hannie lagi sambil memukuli dada Kyuhyun dengan tangan mungilnya. Tapi mana ada pengaruhnya pada dada bidang yang kuat itu? Bahkan pria itu malah menariknya dalam pelukan erat hingga dia tidak bisa berkutik.
"Aku juga mencintaimu istriku sayang." Bisik Kyuhyun lembut sambil terus memeluk erat Hannie.
"Oppa bohong." Tangis Hannie dalam pelukan Kyuhyun.
"Itu jujur dari hatiku sayang." Kata Kyuhyun lembut.
Hannie mendorong kuat dada Kyuhyun hingga dia terbebas dari pelukan suaminya. "Kalau begitu kenapa oppa berniat rujuk lagi dengan eonnie?" Tanyanya ketus.
"Yang mau rujuk lagi siapa sayang?" Goda Kyuhyun sambil menjawil hidung Hannie gemas.
"OPPA JANGAN BERCANDA." Kata Hannie kesal.
"Ahahahaha." Kyuhyun malah tergelak geli.
"OPPA......." Jerit Hannie tambah kesal.
"Iya iya baiklah aku akan jelaskan. Yang harus kau tahu dan yakini bahwa aku dan Raena tidak akan rujuk. Tidak akan pernah. Karena perasaan kami satu sama lain tidak akan membuat kami bersatu. Dia tidak pernah mencintaiku dari dulu bahkan hingga sekarang pun. Sedangkan aku walau dulu pernah mencintainya, tapi sekarang perasaan sudah tidak ada lagi. Karena hati ini, perasaan cinta ini sudah sepenuhnya jadi milik istriku, eomma dari sikembar Geun-ah dan Hyun-ah juga adik-adiknya kelak." Kyuhyun mengedipkan sebelah mata jahil.
"Bohong." Sungut Hannie masih tidak percaya. Dia hanya menunduk dan memanyunkan bibirnya kesal.
"Hei tapi itulah kenyataannya." Kata Kyuhyun mantap.
"Kalau begitu kenapa sejak eonnie pulang ke negara ini kalian sering bersama? Kalian sering bertemu dan pergi bersama entah kemana. Sejak eonnie pulang aku merasa diabaikan oleh oppa. Aku harus mengalah ketika eonnie dan Hee-aa lebih memonopoli oppa. Selama 3 minggu ini aku merasa seperti kembali ke masa dimana aku hanya jadi orang ke-3 dalam pernikahan kalian. Aku takut masa itu akan kembali lagi oppa. Aku tidak sanggup menanggung hal seperti itu lagi. Oppa lebih baik bunuh aku saja." Hannie kembali ingin menangis tersedu-sedu.
Terdengar Kyuhyun menghela nafasnya berat. Pria itu lalu mengangkat dagu Hannie hingga mereka saling bertatapan. Dengan lembut Kyuhyun menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya itu.
"Padahal aku sudah janji aku tidak akan membuatmu menangis lagi. Tapi demi meyakinkan sesuatu aku terpaksa harus menumpahkan air mata ini. Tapi aku bahagia karena ini sebagai bukti bahwa kegelisahanku selama ini ternyata tidak benar." Kata Kyuhyun lembut.
"Ma-maksud oppa apa? Meyakinkan sesuatu? Kegelisahan oppa? Sebenarnya ada apa?" Tanya Hannie keheranan.
"Saat aku berhasil meraihmu kembali ke sisiku, aku bahagia luar biasa tapi sekaligus juga cemas. Apakah perasaanmu terhadapku masih sama kuatnya seperti saat sebelum kau menderita akibat poligami itu? Apakah kau kembali padaku hanya karena demi anak-anak? Saat itu kau sedang mengandung dan hormonmu sedang tidak stabil. Mungkin saat itu kau tidak ingin aku pergi karena ada hubungannya dengan hormon ibu hamil. Aku khawatir sebenarnya yang aku miliki hanya tubuhmu tapi hatimu sudah terlanjur sakit akibat poligami itu. Dan aku berpikir sewaktu-waktu kau bisa saja pergi dariku jika aku melakukan suatu kesalahan. Makanya aku benar-benar berhati-hati menjaga sikap agar aku tidak melakukan kesalahan yang akan membuatmu marah dan pergi dariku. Apalagi jika menyangkut urusan wanita-wanita yang sering mendekatiku. Aku tidak pernah menutupinya apapun tingkah mereka padaku agar kau langsung mendengarnya dariku bukan dari orang lain apalagi dari para wanita itu sendiri. Karena 'katanya' lebih bahaya dari 'faktanya'.
Tapi hidup memang tidak selalu mulus. Wanita-wanita itu walau sudah aku beri tanggapan dingin bahkan sinis tapi tetap saja mereka mendekatiku. Itu masih bisa ku atasi. Tapi sikapmu yang diam saja saat mereka mendekatiku itu yang membuatku frustasi. Ketika aku menceritakan tentang tingkah genit para wanita itu terhadapku, kau menanggapinya biasa saja. Padahal aku berharap kau akan bereaksi seperti kesal atau mencari tahu siapa-siapa saja wanita-wanita itu. Lalu memperingatkan mereka bahwa aku milikmu. Tapi jangankan memperingatkan mereka. Saat bertemu mereka kau tidak menunjukan sama sekali kepemilikanmu terhadapku. Kau hanya diam membiarkan aku berjuang sendiri menjauhkan wanita-wanita itu dariku. Bahkan kau juga tidak protes padaku seolah aku mau melakukan apa terserah karena kau sudah tidak perduli lagi. Sikapmu seolah-olah menandakan aku ini bukan milikmu jadi aku khawatir benarkah kau cinta aku." Tatap Kyuhyun sendu.
"Apa? Kenapa oppa jadi berpikiran seperti itu? Tentu saja aku cinta oppa. Dulu sekarang bahkan selamanya. Kalau tidak cinta mana mungkin aku sampai seperti ini?" Kata Hannie.
"Tapi kau yang tidak menunjukan kecemburuan saat aku didekati wanita lain atau bahkan saat kau masih menjadi istri ke-2 ku, kau juga tidak menunjukan kecemburuanmu saat aku lebih memperhatikan Raena. Selalu saja aku yang marah-marah ketika kau yang didekati pria lain. Selalu aku yang membuat keributan karena istriku digoda pria kurang ajar. Selalu aku yang menunjukan kepada para pria sialan itu kepemilikanku terhadap dirimu.
Baiklah kalau hal itu aku maklum karena kau ingin menjaga perasaan Raena-aa. Tapi sekarang? Kau satu-satunya istriku. Dan kau masih seperti saat kau dipoligami. Lalu kapan aku bisa melihat kau lah yang melakukan semua hal posesif itu untukku? Jujur aku lebih suka melihatmu melabrak wanita yang mencoba menggodaku atau menunjukan sikapmu pada mereka bahwa aku milikmu daripada kau hanya diam dan berkata 'tidak apa-apa'. Aku lebih suka ketika aku menceritakan aksi para wanita itu kau memperingatkanku agar jangan coba-coba menanggapi atau aku akan terima akibatnya darimu. Bukannya kau yang hanya diam dan paling-paling hanya berkata 'oh begitu'. Aku ingin bukan hanya aku yang merasa memilikimu tapi aku juga ingin merasa dimiliki olehmu. Aku kadang bertanya-tanya apa hatimu sudah kau tutup sejak kau masih berstatus sebagai istri ke-2 ku? Makanya setelah kau jadi yang satu-satunya pun hatimu sudah tidak memiliki perasaan padaku lagi. Itulah kekhawatiran terbesarku selain anak-anak kita." Kata Kyuhyun panjang lebar.
Hannie hanya terdiam. Memang benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Selama ini hanya suaminya yang terlihat posesif sementara dia biasa saja. Tapi itu kan ada alasannya.
"I-itu karena aku pikir dulu aku istri ke-2 dan aku yang menawarkan diri. Jadi aku segan kalau harus menunjukan kecemburuanku dan posesifku pada mereka. Memangnya siapa aku yang dimata orang-orang menganggap aku sudah merebut oppa dari eonnie? Mereka pasti akan menilai aku sok 'bersih' padahal apa yang kulakukan juga tidak jauh beda dengan mereka. Bahkan walau aku cemburu tapi aku berusaha menahannya. Aku hanya berusaha meyakinkan hatiku kalau oppa tidak akan menyakitiku seperti yang pernah oppa janjikan dulu saat memintaku kembali.
Begitu juga saat kita masih tinggal bertiga. Mana mungkin aku menunjukan kecemburuanku ketika melihatmu lebih memanjakan eonnie? Bukankah dia lebih berhak? Aku hanya orang ke-3." Hannie menunduk dalam. Dan dia merasakan tubuhnya dipeluk erat oleh Kyuhyun.
"Masa lalu itu biarlah berlalu. Itu juga bukan murni kesalahanmu. Tidak ada yang bersalah dalam hal ini. Kita hanya terjebak oleh ego masing-masing. Orang-orang itu hanya menilai luarnya saja tanpa tahu yang sebenarnya. Mereka hanya menduga-duga. Kita juga tidak perlu jelaskan pada mereka. Toh kita juga tidak merugikan mereka. Tapi untuk sekarang tidak perduli dulunya kau istri ke-2 ku, tapi kau yang sekarang adalah satu-satunya wanita selain eomma dan anak perempuan kita, yang berhak mengklaim diriku. Kau boleh lakukan apapun untuk mempertahankan aku sebagai milikmu. Kau sangat berhak Hannie-aa. Karena kau istriku. Satu-satunya." Tekan Kyuhyun.
Hannie langsung melingkarkan lengannya ditubuh Kyuhyun dengan erat. Dia tidak bicara lagi. Dia hanya ingin memeluk prianya. Sebagai ungkapan rasa cintanya juga permohonan maafnya. Dan dia semakin menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan hangat Kyuhyun saat pria itu juga balas memeluknya erat. Mereka hanya diam menikmati ungkapan perasaan masing-masing lewat bahasa tubuh. Hingga akhirnya Hannie melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun kesal.
"Jadi kedekatan oppa dengan eonnie selama ini bermaksud untuk memancing kecemburuanku? Jangan-jangan ini rencananya eonnie lagi?" Sungut Hannie kesal.
"Eung.....sepertinya.....ya memang begitu." Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang Hannie yakin pasti bukan karena gatal.
"Aish oppa jahat. Aku sampai gundah dan gelisah seharian selama 3 minggu seperti ini ternyata itu semua hanya akal-akalan kalian." Hannie memukul dada Kyuhyun kesal. Dia lalu berbalik memunggungi pria itu. Tapi kemudian dia merasakan tubuh mungilnya dipeluk dari belakang.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih. Saat aku ceritakan semua kegelisahanku tentang dirimu pada Raena awalnya dia juga mengatakan aku terlalu perasa. Dia yakin kalau kau sangat mencintaiku hanya memang tidak ditunjukan terang-terangan di depan umum. Dia yakin kau juga sangat perduli saat melihatku digoda wanita lain. Tapi aku tetap tidak tenang dan bersikeras kalau bisa saja kekhawatiranku benar. Akhirnya dia mengajukan idenya yaitu untuk memancing kecemburuanmu apakah kau masih bisa tenang saat kami kembali dekat. 3 minggu aku nyaris putus asa karena kedekatan kami justru ditanggapi biasa saja olehmu. Memang kau lebih pendiam dari biasanya. Tapi itu belum cukup membuktikan apakah itu karena cemburu atau karena hal lain. Aku malah berpikir kau begitu karena menginginkan bayi perempuan seperti Hee-aa. Tapi akhirnya kau meledak juga. Dan aku senang akhirnya aku tahu bagaimana perasaanmu sebenarnya terhadapku. Ternyata masih sama seperti waktu itu bahkan aku rasa lebih kuat. Aku senang akhirnya kau menunjukannya terang-terangan bukan menyimpannya. Aku bahagia." Kyuhyun mencium pipi Hannie lembut.
"Tch menyebalkan." Omel Hannie pelan. Kyuhyun hanya terkekeh sambil mengeratkan pelukannya. Tapi tiba-tiba gadis itu teringat sesuatu.
"Kalau begitu ada urusan apa oppa dan eonnie ke kantor catatan sipil dengan dokumen pernikahan itu?" Tanya Hannie lagi.
"Ah itu sebenarnya......."
***********
Sebulan kemudian
Hannie mematut-matut penampilannya di cermin. Gaun indah berwarna soft pink dengan bahan sifon halus membalut tubuh mungilnya. Bagian atasnya bermodel kemben mengekspos leher, bahu dan dada atasnya. Juga dilengkapi dengan built in bra sehingga bentuk tubuhnya terlihat indah. Bagian bawah gaunnya yang lebar jatuh dengan halus hingga mata kaki. Di bagian pinggang terdapat hiasan sebuah bunga simpul. Dia juga mengenakan sepatu dengan heels 7 senti. Rambutnya dibuat keriting gantung pada ujungnya. Dengan make up natural dia benar-benar terlihat cantik. Penampilannya dari atas sampai bawah terlihat anggun dan berkelas.
Hannie lalu duduk di kursi di depan meja rias. Dia mengambil selembar undangan pernikahan yang tergeletak di atas meja rias dan membukanya. Tampak foto penghias undangan yaitu foto prewedding Raena dan pasangannya yang sama-sama memakai gaun pengantin. Foto itu diambil di New York. Rupanya mereka sudah melakukan sesi foto sebelum Raena pulang ke Korea. Hannie mengamati foto kekasih Raena. Jelas sekali terlihat pasangannya memiliki wajah dengan bibir mungil yang sangat cantik. Pada foto yang lain tampak wanita itu mengenakan kimono seperti pendekar samurai sementara pasangannya memakai kimono cantik dengan aksen bunga sakura yang sedang mekar. Hari ini memang pesta pernikahan Raena.
Flashback
"Kalau begitu ada urusan apa oppa dan eonnie ke kantor catatan sipil dengan dokumen pernikahan itu?" Tanya Hannie lagi.
"Ah itu sebenarnya.......Raena akan menikah bulan depan. Dia ingin pernikahannya dilangsungkan di negara ini. Dan sejak dari NY dia sudah menghubungi sejumlah pihak untuk mendukung pesta pernikahannya. Jadi dia sengaja pulang kemari selain untuk menengok keluarganya, mengenalkan puteri adopsinya kepada kita semua dan yang utama menyiapkan urusan pesta pernikahannya. Dan dia menodongku untuk membantunya. Katanya anggap sebagai balas budiku kepadanya karena sudah menyatukan kita kembali lebih dari 2 tahun yang lalu. Juga sekalian menjalankan rencana untuk memancing kecemburuanmu itu tadi. Makanya 3 minggu belakangan ini aku ikut sibuk menemaninya mengurus segala sesuatu untuk pesta pernikahannya. Tapi jangan heboh dulu ya. Dia tidak suka terlalu ramai. Nanti kalau hari H nya baru kita boleh heboh. Rencananya sore nanti kekasihnya akan tiba di Korea dari NY dan besok malam akan dia bawa ke rumah keluarga Kim untuk diperkenalkan secara langsung. Sebelumnya Raena sudah memberitahukan rencana pernikahannya juga memperkenalkan calonnya via video chat pada keluarga Kim. Bahkan sudah meminta ijin untuk menikah dan mereka mengijinkannya." Kata Kyuhyun setengah berbisik.
"Benarkah eonnie akan menikah? Calonnya seperti apa?" Tanya Hannie penasaran.
"Aku hanya pernah diperlihatkan fotonya. Benar-benar cantik." Puji Kyuhyun.
"Huh???"
Flashback End
Hannie tersenyum. Raena memang sudah memilih. Dan apapun pilihannya maka mereka harus menghormatinya. Bukankah semua keluarga juga ingin wanita itu bahagia? Jadi tidak masalah dengan pilihan Raena sepanjang dia merasa itu baik buatnya.
"Hannie-aa sudah siap?" Tahu Kyuhyun sudah muncul dari balik pintu kamar. Pria itu tampak tampan dengan setelan tuxedonya. Dia berjalan mendekati Hannie yang sudah berdiri menyambut kedatangannya.
"Wow. Kau sungguh luar biasa cantik." Puji Kyuhyun dengan mata terus menatap Hannie intens.
"Terimakasih. Oppa juga sangat sangat tampan." Balas Hannie riang.
Kyuhyun mengulurkan tangannya membelai pipi halus Hannie. "Melihatmu cantik begini rasanya jadi malas pergi ke pesta pernikahan itu. Lebih asyik kalau kita seharian mengurung diri di kamar saja dan 'bermain' di atas ranjang." Pria itu tersenyum seduktif.
"Ish oppa mesum." Sungut Hannie kesal. Sementara Kyuhyun hanya terkekeh.
"Sudahlah. Ayo kita pergi. Eonnie bisa mengamuk kalau kita sampai tidak datang." Hannie bergegas pergi. Lama-lama berada sekamar dengan pria penggoda iman ini bahaya juga.
Namun tiba-tiba tangannya ditarik mendadak oleh Kyuhyun. Dan tahu-tahu Hannie sudah berada dalam pelukan erat suaminya dengan posisi saling berhadapan. Gadis itu mendongak dan matanya bertemu mata Kyuhyun yang sedang menatapnya penuh cinta. Mereka pun saling menatap lama.
"Jun Hannie istriku. Satu-satunya cinta dalam hidupku. Separuh jiwaku, bagian dari tulang rusukku. Aku mencintaimu, kini, nanti dan selamanya." Bisik Kyuhyun lembut.
"Aku juga mencintai mu. Selamanya. Cho Kyuhyun. Suamiku." Balas Hannie.
Mereka makin mendekatkan wajahnya. Bibir mereka nyaris bersentuhan. Namun belum sempat saling mencecapi bibir mereka tahu-tahu suara keras seorang wanita menginterupsi kegiatan mereka.
"Ditunggu lama ternyata malah asyik bermesraan disini. Dasar Kyu-aa mesum." Nyonya Cho berdiri diambang pintu dengan melipat kedua tangannya.
"Aduh ibu suri mengganggu saja." Keluh Kyuhyun. Sementara Hannie hanya terkikik geli.
"Apa tadi kau bilang?" Dengan garang nyonya Cho mendatangi Kyuhyun.
"Eh itu anu eomma cantik. Sangaaat cantik." Kyuhyun tampak gelagapan saat eommanya datang mendekat.
"Jangan coba-coba merayuku. Memangnya kau pikir aku tidak dengar? Aku memang sudah tua. Tapi aku belum tuli. Dasar anak kurang ajar." Dan nyonya Cho pun menghadiahi puteranya dengan sejumlah cubitan di perut.
"Yak eomma sakiiit....!!!!" Protes Kyuhyun histeris. Sementara nyonya Cho mencekal lengan puteranya dan menyeretnya keluar kamar.
"Hannie-aa ayo." Tuan Cho yang juga tadi ikut masuk bersama istrinya dan hanya diam melihat kelakuan 2 orang tercintanya, akhirnya bicara juga. Beliau mengangkat lengannya meminta Hannie menggandeng lengannya. Tentu saja gadis itu menyambutnya dengan senang hati. Lalu mereka keluar kamar ikut menyusul pasangan ibu dan anak yang sudah lebih dulu keluar.
#Ballroom Hotel#
"Astaga pasangan nuna itu cantik ya. Kalau ada wanita secantik itu yang mengajak ku menikah sekarang juga, aku mau saja." Celoteh Suho sambil memandangi sosok cantik yang berdiri di samping Raena.
"Memang cantik sih. Tapi bukan tipeku." Sahut Siwon yang duduk disebelahnya.
"Tapi dia kan memang benar-benar cantik ya." Timpal Kris yang duduk di sebelah Siwon.
"Ish hyung memang tidak normal. Pantas sampai sekarang masih sendiri. Betul tidak Kris?" Ejek Suho sembari meminta dukungan pada Kris.
"Aduh, kalau yang itu aku tidak mau ikut-ikutan ah." Sahut Kris sambil mengangkat kedua tangannya. Suho cemberut mendapat reaksi seperti itu dari temannya.
"Bukannya kau yang tidak normal? Kau juga masih sendiri kan? Malah mengincar pasangan nunanya lagi." Balas Siwon tidak mau kalah.
"Hyung lah tidak normal. Aku kan masih kepala 2. Lagipula aku juga sering mencoba kencan buta dengan beberapa wanita. Atau mencoba beberapa hubungan. Walau belum berhasil. Tapi kan ada usaha? Kalau hyung sudah kepala 3 masih sendiri juga. Usaha pun tidak terlihat. Malah lebih sering menggoda Kyu hyung. Lihat dia. Sejak umur 28 saja sudah pernah menikah 2 kali. Hyung 1 kali pun tidak pernah. Padahal katanya sering dinobatkan sebagai salah 1 pria tampan se Korea oleh media-media. Tampan, kaya dan punya bisnis yang bagus tapi kenapa tetap sendiri ya? Terdengar sedang terlibat suatu hubungan dengan perempuan pun juga tidak. Benar-benar aneh." Ledek Suho.
"Apa kau bilang? Anak kurang ajar." Omel Siwon yang bersiap memiting leher Suho tapi tidak jadi gara-gara mendapat pelototan dari seseorang yang duduk di samping Suho.
"Sudah sudah, kalian ini meributkan sesuatu yang tidak penting di hari pernikahan orang." Omel Hannie pelan sambil melotot tajam kepada keduanya. Kedua pria tampan itu langsung diam.
"Kalian berdua itu juga kalau berdebat kenapa harus bawa-bawa namaku? Membahas poligami lagi. Buatku itu sudah menjadi masa lalu." Protes Kyuhyun yang duduk di samping Hannie dengan wajah tidak berdosanya yang langsung di sambut dengan cibiran Siwon dan Suho.
"Setuju dengan Hannie-aa. Kalian ini bisa mengganggu acara pernikahan orang hanya karena debat yang tidak penting. Lagipula kenapa jadi bawa-bawa Mr. Kyuhyun? Dia kan sejak awal tidak ikut-ikutan?" Timpal Kris penuh semangat. Tapi aksinya langsung mendapat cibiran dari Siwon, Suho juga Kyuhyun.
"Ish cari perhatian Hannie-aa." Tuduh Suho.
"Setuju." Kata Siwon menguatkan.
"Aku tidak butuh dukunganmu." Omel Kyuhyun.
"Hei aku kan mendukung Hannie-aa." Bela Kris sambil menatap Hannie.
"Dia juga tidak butuh dukunganmu. Lagipula sepertinya yang justru tidak normal disini adalah kau. Di tengah pesta dan banyak perempuan cantik dan single yang hadir, bukannya mencoba cari pacar dengan mendekati mereka malah sibuk menggoda istriku." Gerutu Kyuhyun kesal.
"Wah iya benar juga. Kau cari pasangan sana. Ada banyak perempuan cantik dan masih sendiri disini. Jangan kaku seperti itu. Lihat, daritadi kita disini kau tidak terlihat mencoba berakrab-akrab dengan mereka." Timpal Siwon setuju.
"Wah maaf. Bukannya aku kaku seperti Mr. Siwon. Juga bukan tipe pria yang suka menerima kencan buta atau mengajak berkenalan gadis asing untuk nantinya mencoba diajak kencan seperti Suho-ssi. Aku hanya tidak ingin memberi harapan palsu pada mereka itu. Lagipula bagiku Hannie-aa is still the best woman that I have ever known. Yah aku masih menunggu kalau-kalau Mr. Kyuhyun tidak mau dengan Hannie-aa lagi. Jadi aku bisa menggantikannya." Kata Kris kalem.
"DALAM MIMPIMU BOCAH!" Sembur Kyuhyun sambil memeluk Hannie erat-erat.
"Aish oppa sesak." Protes gadis itu karena pelukan suaminya yang terlalu erat.
"Dasar pria Cina-Canada yang aneh." Gerutu Suho dan Siwon nyaris bersamaan.
"Tidak lebih aneh dari pria yang hobi tebar pesona bahkan via sosial media sekalipun, pria yang tidak juga berusaha mencari istri malah lebih suka menggoda sahabat prianya yang sudah beristri, dan pria yang lebih suka dicemburui istrinya sampai harus minta bantuan mantan istri." Balas Kris tidak mau kalah.
"APA KAU BILANG?!" Sahut ketiga pria tampan itu bersamaan dengan suara keras dan tangan masing-masing yang siap menjitak Kris.
"Sudah sudah. Kalian ini seperti remaja labil belasan tahun saja." Omel Hannie yang sejak tadi diam menyaksikan perdebatan keempat pria tampan itu sambil menggelengkan kepalanya keheranan.
"Aish salah lagi. Kenapa para prianya jadi sensitif semua? Seperti gadis yang baru dapat tamu bulanan hari pertama saja." Kata Kris cuek. Dan ketiga pria yang dimaksud langsung melotot ke arahnya. Tapi lagi-lagi pelototan Hannie mengalahkan ketiga pria tampan ini. Kris pun tersenyum penuh kemenangan walau akhirnya dia juga cemberut karena mendapat pelototan dari Hannie juga.
"Haah...... gadis yang secantik pasangan nuna itu sepertinya langka ya." Keluh Suho lagi sambil kembali memandang ke arah pasangan mempelai yang sedang berbahagia di depan mereka.
"Hei Suho-aa. Kalau kau tertarik pada pasangan nuna mu itu, kenapa tidak kau saja yang menikahi dia?" Sahut Kyuhyun yang kemudian mendapat sikutan lembut dari Hannie.
"Sudah resmi jadi milik nuna. Sesama saudara dilarang saling menikung. Lagipula walau secantik apapun orang itu, buatku percuma. Penampakannya sih cantik. Sesuai tipeku. Tapi yang dibalik celana dalamnya kan sama denganku? Masa kita mau main pedang-pedangan?" Sahut Suho kalem.
"HAHAHAHAHA........" Terdengar suara tertawaan yang keras dari Kyuhyun, Siwon dan Kris akibat dari perkataan Suho barusan. Dan suara keras tawa mereka sukses membuat para undangan langsung melihat ke arah tempat mereka duduk dan memperhatikan mereka dengan raut wajah penasaran. Pasti para tamu itu bertanya-tanya ada apa dengan keempat pria tampan itu sampai harus tertawa keras.
"Aish kalian ini. Kalau sudah bicara yang vulgar saja langsung kompak. Bagaimana kalau ada anak di bawah umur yang mendengarnya?" Gerutu Hannie sambil memukul pelan lengan Kyuhyun dan Suho. Bahkan Siwon pun dapat jatah karena saat tertawa tanpa sadar tangannya malah melingkar ke bahu Suho yang memudahkan gadis itu untuk memukul lengannya. Hanya Kris yang selamat dari pukulan Hannie karena posisinya jauh dari gadis itu. Tepatnya terhalang Siwon dan Suho.
Yah baru saja Raena sah dinyatakan sebagai istri Kim Jaejoong. Pria yang berwajah cantik ini adalah dokter bedah di rumah sakit NY. Mereka bertemu pertama kali di panti asuhan tempat Raena biasa mampir. Jaejoong itu seorang duda. Anak kembarnya laki-laki dan perempuan sudah biasa dia titipkan di panti asuhan itu jika dia sedang sibuk. Karena pengelola panti juga sahabatnya. Sementara istrinya meninggal 5 tahun lalu saat melahirkan putera puteri mereka. Dan sejak saat itu Jaejoong jadi single parents bagi kedua anaknya. Pria itu sudah tinggal di NY sejak kuliah kedokteran. Bekerja di sana. Lalu melanjutkan pendidikannya hingga jadi dokter bedah seperti sekarang. Dia pun bertemu dan menikahi mendiang istrinya di NY.
Karena sering bertemu mereka pun jadi dekat, bahkan sering telpon atau berkirim pesan. Bahkan berhasilnya Raena mengadopsi Eunhee juga berkat bantuan pria itu. Jaejoong sudah tahu hal apapun tentang Raena. Masa lalunya, penyimpangannya, obsesinya, semuanya. Wanita itu memang tidak menutupinya. Dia merasakan kenyamanan dan terlindungi saat bersama pria itu. Bahkan dia berhasil sedikit demi sedikit melupakan obsesinya terhadap Hannie. Jaejoong tidak pernah memaksanya untuk melupakan obsesinya itu. Pria itu membantunya pelan-pelan untuk kembali normal. Dan ternyata itu berhasil. Bahkan lama-lama Raena mulai menyukai pria itu. Tapi dia tidak mau berharap lebih mengingat kedua belah pihak hanya menawarkan persahabatan. Dan setelah 2,5 tahun lebih hanya menjalani hubungan sebagai sahabat, beberapa bulan yang lalu Jaejoong melamar Raena. Tentu saja wanita itu menerimanya. Apalagi dia juga dekat dengan kedua anak pria itu. Dan Jaejoong juga setuju pernikahan dilakukan di negara asal mereka.
Tapi karena pria itu sibuk maka urusan pernikahan ditangani Raena. Termasuk mengurus dokumen pernikahan di kantor cataran sipil. Itu juga yang sebenarnya ingin disampaikan Jinri pada Hannie di telpon waktu itu. Teman gadis itu ingin memberitahukan kalau Raena akan menikah dan prianya sangat tampan tapi juga cantik melebihi wanita. Sayang sebelum selesai bicara Hannie malah melempar ponselnya. Untung ponsel yang Kyuhyun belikan itu tahan banting jadi tidak apa-apa. Dan malamnya dia menelpon Jinri untuk minta maaf karena memutus telpon di tengah pembicaraan. Tentu saja dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Memalukan.
Dan karena wajah Jaejoong sangat cantik maka Raena punya ide untuk foto prewedding mereka dengan mendandaninya sebagai perempuan. Dan pria itu tidak menolak. Tapi di hari pernikahan tentu saja Jaejoong memakai tuxedo dan Raena memakai gaun pengantin hasil rancangan nyonya Cho. Sementara Jessica sahabatnya merancang tiara indah yang bertengger di kepalanya.
Sementara itu sejak proses pernikahan hingga sekarang Hannie duduk di kursi para undangan paling depan bersama Kyuhyun, Suho, Siwon dan juga Kris. Yah akhirnya dia kembali bertemu pria Cina-Canada ini setelah tidak saling kontak pasca kepulangan Kris ke Cina. Tepatnya Hannie yang menghindari kontak dengan pria itu. Dan sepertinya pria itu mengerti keinginan Hannie sehingga dia pun memilih untuk tidak lagi mengganggunya. Dan gadis itu juga yakin Kris mengetahui tentang dirinya yang sudah kembali bersama Kyuhyun.
Dan setelah kurang lebih 3 tahun tidak bertemu, hari ini Kris muncul di pesta pernikahan Raena. Wanita itu yang mengundangnya. Lagipula Jaejoong itu ternyata kenalan Kris. Dunia memang sempit. Dan bisa dibayangkan bagaimana reaksi Kyuhyun saat melihat Kris. Apalagi saat dia tahu pria Cina-Canada itu masih sendiri. Dia pun jadi over protective pada istrinya. Setiap gerak-gerik baik Hannie maupun Kris dia perhatikan. Bahkan saat duduk seperti sekarang pria itu sengaja menaruh Suho dan Siwon di antara Hannie dan Kris. Sedangkan Kyuhyun sendiri sejak tadi memeluk pinggang istrinya posesif.
Sementara itu Yonggeun dan Yohyun berada di tangan tuan dan nyonya Cho. Yah jika sedang bersama mertuanya itu maka Hannie harus rela membiarkan sikembar di monopoli mereka. Mertuanya memang sangat sayang pada cucu kembarnya. Dan Hannie sangat tahu hal itu. Jadi dia tidak keberatan sikembar bersama mereka. Dia tidak merasa khawatir karena mertuanya menjaga sikembar dengan baik dibantu oleh Han ahjumma dan Nayoung yang juga diajak ke pesta pernikahan Raena. Sejak datang tuan dan nyonya Cho sibuk memamerkan cucu kembarnya pada para rekannya. Apalagi tuan dan nyonya Kim juga ikut memperkenalkan Eunhee dan kedua putera puteri Jaejoong yang baru saja resmi jadi cucu mereka pada orang-orang.
"Perhatian semuanya. Baiklah sekarang saya ingin menagih janji dari seorang sahabat saya yang akan menyanyikan sebuah lagu di hari bahagia saya ini. Hei Cho Kyuhyun, kau belum lupa janjimu kan?" Kata Raena di tengah para undangan.
Kyuhyun pun tersenyum dan berjalan dengan gagah menuju piano yang ada di deretan barisan para pemusik. Setelah meminta ijin kepada sang pianis untuk meminjam piano itu sebentar lalu dia pun duduk di depan piano. Dan jari-jarinya pun mulai memainkan piano mendentingkan nada mengiringi suara merdunya.
What would I do without your smart mouthDrawing me in, and you kicking me outGot my head spinning, no kidding, I can't pin you downWhat's going on in that beautiful mindI'm on your magical mystery rideAnd I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright
My head's under waterBut I'm breathing fineYou're crazy and I'm out of my mind
'Cause all of meLoves all of youLove your curves and all your edgesAll your perfect imperfectionsGive your all to meI'll give my all to youYou're my end and my beginningEven when I lose I'm winning'Cause I give you all, all of meAnd you give me all, all of you
How many times do I have to tell youEven when you're crying you're beautiful tooThe world is beating you down, I'm around through every moveYou're my downfall, you're my museMy worst distraction, my rhythm and bluesI can't stop singing, it's ringing, I my head for you
My head's under waterBut I'm breathing fineYou're crazy and I'm out of my mind
Cause all of meLoves all of youLove your curves and all your edgesAll your perfect imperfectionsGive your all to meI'll give my all to youYou're my end and my beginningEven when I lose I'm winning'Cause I give you all of meAnd you give me all, all of youCards on the table, we're both showing heartsRisking it all, though it's hard
'Cause all of meLoves all of youLove your curves and all your edgesAll your perfect imperfectionsGive your all to meI'll give my all to youYou're my end and my beginningEven when I lose I'm winning'Cause I give you all of meAnd you give me all of youI give you all, all of meAnd you give me all, all of you
*All Of Me- John Legend*
Dari tempatnya duduk, Hannie hanya memandangi Kyuhyun yang selama menyanyikan lagu itu matanya terus tertuju pada gadis itu. Lagu itu seolah penyampaian perasaan pria itu padanya. Hannie terharu hingga rasanya ingin menangis. Hingga lagu itu selesai dan tepukan meriah terdengar dari para tamu undangan juga kedua mempelai, Hannie masih terpaku pada tempatnya.
"Wah kalau lagu itu aku juga pernah menyanyikannya di pesta temanku di Cina. Lumayan efektif untuk membuat para gadis meleleh. Ternyata Mr. Kyuhyun juga pakai jurus yang sama untuk Hannie-aa." Terdengar celutukan Kris pada Siwon dan Suho.
"Ssttttt....." Peringat Siwon dan Suho nyaris bersamaan.
Sementara itu Hannie tidak perduli dengan tingkah para pria disampingnya itu. Pandangannya lebih fokus pada suaminya yang sedang dikepung para fans yang agresif itu.
"Kyaaa......kereeeen......suaranya bagus. Tampan lagi. Oppa jadikan aku istri ke-2 ke-3 atau keberapapun yang penting istrimu." Suara genit dari para wanita itu menggema memenuhi tempat ini membuat hatinya terasa panas.
"Genit." Dengus Hannie kesal. Dia berdiri bermaksud mendatangi Kyuhyun namun dia kalah sigap dari para wanita yang duluan mengerumuni suami tampannya tanpa memberinya jalan sedikit pun.
Hannie pun ragu-ragu untuk berjalan lebih mendekat. Dia malah hanya berdiri di tempat sambil mengawasi Kyuhyun yang tampaknya ingin cepat melepaskan diri dari kerumunan para wanita pengagumnya. Tiba-tiba bahu kanan Hannie ditepuk lembut. Dia menoleh dan Raena berdiri di samping dengan matanya yang menatap ke arah yang sama dengan gadis itu.
"Bukankah lebih baik kau terobos kerumunan itu dan tunjukan pada mereka siapa pemilik si pangeran tampan itu? Daripada hanya diam dan mengawasi dengan hati panas. Kyu-aa lebih suka istrinya merasa memilikinya. Dia sudah mengatakan hal itu padamu kan?" Kata Raena lalu menatap Hannie tajam. Gadis itu mengangguk mengiyakan.
"Dan aku rasa Mr. Kyuhyun lagi butuh diselamatkan oleh istrinya sendiri. Tuh matanya terus melihat kemari dengan tatapan seolah memohon agar kau segera menerobos kerumunan para wanita penggila suamimu itu." Tahu-tahu Kris muncul di sampingnya dengan senyum berwibawanya.
"Nah kalau begitu tunggu apa lagi? Pergilah kesana dan tunjukan pada mereka who's the boss?" Kata Raena memprovokasi.
Hannie pun mengangguk mantap. Dia lalu mendatangi Kyuhyun yang masih dikerumuni fansnya. Dengan langkah anggun dan wajah lurus ke depan dia terobos kerumunan para wanita itu. Dan wajah pria itu yang tadinya merengut berubah cerah saat melihatnya.
"Ish menganggu saja." Sungut salah seorang wanita yang bergaun merah menyala menatap tajam Hannie.
Gadis itu balas menatap tajam lady in red itu. "Aku mengganggu? Justru kalian termasuk kau yang mengganggu SUAMIKU. Lihat, dia sampai gusar begitu sebelum aku datang. Maka sebagai ISTRI CHO KYUHYUN aku mewakilinya untuk meminta kalian menyingkir." Tegas Hannie. Bahkan dia sengaja menekankan kata 'suami' dan 'istri'.
Para wanita itu seketika bungkam dan mereka pun memberi jalan pada Hannie untuk mendekati Kyuhyun yang sejak tadi hanya tersenyum padanya. Rupanya tindakan gadis itu tadi membuat suaminya bahagia.
"Oppa......" Panggil Hannie manja dan tanpa memperdulikan tatapan tajam para wanita itu, dia langsung memeluk Kyuhyun dan mencium bibirnya kilat lalu menenggelamkan tubuhnya di dada bidang itu. Dia mengeratkan pelukannya seolah mengatakan pada dunia dialah pemilik pria ini. Dan dia tersenyum saat merasakan balasan pelukan hangat dari suaminya.
"Oppa lagunya bagus sekali. Itu lagu favoritku. Apalagi yang menyanyikan oppa. Aku tambah suka. Suara oppa juga bagus. Aku sangat menyukainya." Puji Hannie.
"Benarkah? Syukurlah. Lagu itu khusus untukmu." Bisik pria itu lembut.
"Terima kasih oppa." Kata Hannie mengeratkan pelukannya. Dan mereka terus berpelukan seolah hanya mereka yang ada di pesta itu. Kerumunan para pengagum suaminya pun bubar.
"Cih menyebalkan. Lagaknya. Padahal dulunya dia kan juga istri ke-2 yang naik pangkat jadi istri satu-satunya karena bisa hamil. Sekarang pasti senang karena saingannya sudah menikah." Komentar sinis wanita yang lain masih terdengar dari belakang Hannie.
Tapi gadis itu tidak perduli. Kyuhyun hanya miliknya dan dia tidak akan membaginya. Dari balik punggung suaminya dia melihat Raena dan Kris berdiri berdampingan. Jaejoong suami wanita itu juga ada disana. Wanita itu tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya. Kris pun tidak ketinggalan ikut mengangkat 2 jempolnya. Hannie membalasnya dengan senyum dan mengangkat jempolnya juga sambil tetap memeluk Kyuhyun. Dan gadis itu melihat Raena dan Kris saling pandang dan saling tersenyum lalu melakukan toss tangan penuh kemenangan. Kali ini para wanita genit itu kalah telak. Dan pesta pun terus berlanjut.
*************
Hannie mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dengan bingung. Suara deburan ombak dan air laut menyapa inderanya. Mereka memang sedang berada di pantai. Yang dia heran untuk apa Kyuhyun mengajaknya ke pantai malam-malam begini? Tadi setelah selesai dari pesta pernikahan Raena, suaminya itu malah mengajaknya ke suatu tempat. Dan ternyata dia diajak ke pantai ini. Kedua putera kembarnya sedang bersama mertuanya. Mereka yang meminta agar Yonggeun dan Yohyun diijinkan menginap bersama mereka. Karena Eunhee malam ini juga menginap bersama orang tua Raena sementara wanita itu dan suaminya selesai pesta langsung terbang ke Jeju untuk bulan madu. Bahkan putera dan puteri Jaejoong juga akan tinggal bersama keluarga Kim selama pasangan baru menikah itu berbulan madu. Hanya 3 hari. 10 hari lagi mereka harus kembali ke NY. Cuti Jaejoong memang tidak bisa lama-lama. Sebenarnya saat pria itu datang ke Korea untuk diperkenalkan secara langsung kepada semua keluarga itu karena kebetulan dia ada pertemuan dokter ahli bedah sedunia yang diselenggarakan di Korea selama beberapa hari. Makanya kedatangannya ke Korea itu dimanfaatkan untuk berkenalan secara langsung dengan keluarga calon istri. Baru pada pernikahan ini dia bisa cuti 2 minggu. Beda dengan Raena yang bisa mengambil libur lebih lama karena pekerjaannya bisa diwakilkan dan wanita itu pimpinan untuk kantor K-Text di NY. Karena keluarga Kim yang akan bersama cucu-cucu mereka selama 3 hari maka rupanya orang tua Kyuhyun tidak mau kalah."Kyu-aa. Hannie-aa. Boleh ya sikembar bersama kami. Kalian kan bisa bersama tanpa terganggu mereka. Kan katanya mau buatkan kami cucu lagi? Nah ini kami bantu mewujudkannya dengan menjaga sikembar. Kalian juga mau pergi bulan madu juga kami ijinkan. Sikembar aman bersama kami. Ya kan suamiku?" Rayu nyonya Cho tadi saat di pesta pernikahan Raena. Eommonim juga melirik tuan Cho walau tidak ikut bicara tapi pria itu juga ikut mendukung permintaan sang istri dengan anggukan mantapnya dan tatapan memohon pada anak dan menantunya itu.
"Nah jadi boleh ya." Kata eommonim lagi setelah dapat dukungan penuh dari suaminya.
Hannie dan Kyuhyun pada dasarnya tidak keberatan sikembar bersama haraboji dan halmeoninya. Karena di tangan para orang tua itu kedua putera lucunya itu pasti aman. Dan tadi saat sikembar pulang ke rumah besar tuan Cho, Hannie malah diajak suaminya pergi hingga sampai ke pantai ini.
"Ayo." Ajak Kyuhyun yang tahu-tahu sudah berada di luar dan sudah membukakan pintu mobil untuk Hannie keluar. Gadis itu tidak menyadarinya karena daritadi asyik menatap sekelilingnya.
Setelah Hannie keluar Kyuhyun pun menggandeng tangannya hingga ke tepi pantai yang sepi. Wajar saja karena ini sudah malam. Sebelah tangan gadis itu digandeng Kyuhyun sementara tangan yang lain memegangi bagian bawah gaunnya. Mereka memang masih memakai pakaian saat ke pesta pernikahan tadi. Tanpa ganti baju dulu pria itu langsung mengajaknya pergi dengan mobilnya hanya berdua. Tapi saat ini suaminya hanya mengenakan kemeja putih yang bagian bawahnya sudah keluar dari celana panjangnya. Sementara jas dan dasi kupu-kupunya sudah dia lepas. Setelah berjalan beberapa saat mereka lalu berhenti dan hanya berdiri di atas pasir putih sambil memandangi ombak yang memecah di pantai.
"Sebenarnya ada apa oppa mengajakku ke pantai malam-malam begini?" Tanya Hannie akhirnya pada Kyuhyun yang masih asyik menatap laut di depannya.
Kyuhyun beralih menatap Hannie dan tersenyum. "Lihatlah ke atas." Bukannya menjawab pria itu malah meminta istrinya melihat ke atas. Gadis itu pun menurutinya.
'Memangnya di atas ada apa?' Batin Hannie penasaran.
Hannie pun mendongak mengikuti arah pandang Kyuhyun yang sudah lebih dulu berpindah ke atas. Dan matanya terbuka lebar saat melihat pemandangan di atas sana. Tampak langit malam yang dihiasi jutaan bintang seperti hamparan permadani dari berlian. Terlihat sangat jelas. Sebenarnya pemandangan ini bukan hal baru baginya. Tapi melihat langit berbintang dari tepi pantai ini baru pertama kali untuknya.
"Kalau di tepi pantai atau di tempat yang minim cahaya bahkan gelap seperti ini bintang jelas terlihat. Beda kalau di tempat yang terlalu banyak cahaya seperti di tengah kota. Bintang susah atau bahkan tidak terlihat karena polusi cahaya. Untung tempat tinggal kita di luar kota yang tidak terlalu banyak cahaya. Jadi kau sering menemui pemandangan ini. Tapi memandangi bintang di tepi pantai dengan suara deburan ombak dan bau segar air laut, kau pasti baru sekali ini kan?" Kata Kyuhyun kemudian menatap Hannie sambil tersenyum manis.
Hannie menatap balik suaminya demgan senyum bahagia. "Terima kasih oppa sudah mau mengajakku kesini. Ini benar-benar indah."
"Sama-sama. Kebetulan aku juga ingin bertemu langsung dengan mertuaku yang ada diantara mereka itu." Kata Kyuhyun dengan senyum manisnya sambil menunjuk ke atas ke arah bintang-bintang.
"Oppa.....". Hannie benar-benar terharu karena suaminya masih ingat alasan dia selalu suka memandangi bintang-bintang. Dia lalu memeluk Kyuhyun dengan erat dan suaminya itu pun membalas pelukannya. Mereka berdua berpelukan untuk beberapa lama.
Setelah itu mereka saling melepaskan pelukan masing-masing dan saling bertatapan. Tidak ada yang bicara. Hannie hanya merasakan nafas Kyuhyun yang semakin keras menerpa wajahnya, pertanda jarak mereka semakin menipis.
"Hannie-aa......" Bisik Kyuhyun dengan suara beratnya yang seksi. Dan beberapa saat kemudian bibir tebalnya sudah mendarat mulus menekan kuat bibir Hannie.
"Mmhhhh.........." Hannie mengerang lembut ketika Kyuhyun memainkan bibirnya. Melumatnya atas bawah dan menjilatinya. Lidah pria itu berusaha mencari celah agar bisa menyusup masuk ke dalam mulutnya. Gadis itu mencoba ingin menggoda suaminya dengan sengaja tidak membuat celah sedikitpun pada bibirnya. Dan terlihat Kyuhyun yang tampak gusar karena niatnya tidak kesampaian.
"Ahhhhh......." Hannie terlonjak kaget ketika tangan besar Kyuhyun menampar keras pantatnya. Akibatnya gadis itu membuka mulutnya tanpa sadar. Kesempatan itu dimanfaatkan suaminya untuk memasukan lidahnya dan menjelajahi seisi mulutnya.
"Mmmhhhh....uhmmmm....."
Ciuman Kyuhyun semakin panas. Hannie berusaha mengimbanginya namun akhirnya dia harus pasrah membiarkan pria itu berbuat sesukanya pada bibirnya. Tangan gadis itu berpegangan pada bahu Kyuhyun sementara tangan pria itu sibuk meremasi pantat Hannie, lalu naik ke payudaranya dan kemudian ke punggungnya. Saat itu dia merasa tangan suaminya sedang berusaha menurunkan resluiting gaunnya.
"Mmhhh....oppa....ja-jangan...mmhhh....." Hannie mendorong bahu Kyuhyun, berusaha mencegah tindakan suaminya. Pria itu berhenti dan menatapnya seolah bertanya 'kenapa?'.
"Ti-tidak disini. Tempat ini terlalu terbuka. Kalau ada yang melihat bagaimana?" Tanya Hannie cemas.
"Tidak akan ada yang melihat kita. Malam-malam begini tidak ada orang yang pergi ke pantai." Jelas Kyuhyun geli. Pria itu bermaksud ingin melanjutkan aksinya tapi lagi-lagi Hannie mencegahnya.
"Tidak bisa. Walau ini malam dan pantai sepi tetap saja ini terlalu terbuka." Tolak Hannie.
"Yah baiklah." Kyuhyun mengalah. Tapi tidak berapa lama matanya memandang ke mobil mereka di belakang sana. "Nah kalau di sana tidak terbuka kan?" Lanjutnya sambik mengedipkan sebelah matanya.
Hannie hanya menunduk malu. Dalam hati dia juga penasaran seperti apa bercinta dalam mobil itu. Dia hanya pernah membacanya di cerita-cerita fiksi di internet.
"Bagaimana?" Tanya Kyuhyun sambil menatap Hannie seduktif. Dan gadis itu pun mengangguk pelan.
Di dalam mobil
"Oph.....oppa......."
"Mmhhh.....Hannie-aa.....mmhhh....."
Suara desahan nikmat terdengar dari kursi belakang mobil Kyuhyun. Disana Hannie duduk di atas pangkuan suaminya dengan posisi saling berhadapan dan kakinya mengapit pinggul pria itu. Gaunnya sudah terbuka resluitingnya hingga melorot mencapai pinggang. Sementara bagian bawah gaunnya terangkat hingga ke pangkal paha. Tubuh bagian atasnya yang telanjang pun menjadi santapan nikmat pria itu. Kyuhyun dengan bebas mencumbui leher, bahu, dada dan berakhir kedua payudaranya. Bagian-bagian yang dicumbui pria itu penuh dengan tanda kemerahan. Dan setelah selesai mencetak jejak cintanya pada kulit putih susu Hannie, kini dia asyik menyusu sambil memainkan benda kenyal kesukaannya itu dengan tangannya.
"Ahhh....oppa....ohhhh....." Hannie hanya mengeliat-geliat nikmat saat kedua payudaranya dicumbui oleh Kyuhyun. Kepalanya menengadah menikmati setiap cumbuan pada payudaranya. Lidah pria itu menjilati puncak payudaranya lalu mengulum dan menghisapnya kuat. Kadang diselingi dengan gigitan kecil. Lalu payudaranya dimasukan ke dalam mulut suaminya seolah pria itu ingin melahap semuanya. Namun hanya separuh yang bisa dimuat kedalam mulut Kyuhyun. Sedangkan payudara yang lain dimanjakan oleh tangan pria itu. Kedua payudara Hannie dicumbui secara bergantian. Semakin intens cumbuan Kyuhyun pada kedua payudaranya semakin keras pula gadis itu meliuk-liukan tubuhnya erotis. Akibatnya bagian kewanitaannya yang basah tapi masih tertutup celana dalam berkali-kali menggesek gundukan keras kejantanan Kyuhyun yang masih tertutup celananya.
"Nghhh......mmmhhhhh......" Kyuhyun juga menggeram seksi saat kejantanannya bergesekan dengan kewanitaan Hannie. Lalu pria itu mengangkat pinggul istrinya dan merobek celana dalam tipis berenda itu dengan sekali tarik.
"Oppa....." Protes Hannie kesal.
"Tenang saja. Aku akan belikan yang baru." Kata Kyuhyun cuek. Pria itu lalu membuka celana luarnya lalu menurunkannya bersama celana dalamnya. Membebaskan kejantanannya yang sudah sesak di bawah sana.
Kyuhyun pun mengangkat pinggul Hannie dan memposisikan lubang kewanitaannya tepat di kejantanan pria itu. Lalu benda itu pun masuk ke liang hangatnya dengan sekali hentak.
"Awhhhh....nghhhh.....ahhhhh......" Hannie merintih menahan ngilu saat lubangnya dimasuki benda tumpul yang keras dan besar dalam sekali hentak. Dan tanpa menunggunya membiasakan diri Kyuhyun sudah bergerak menyodok-nyodokan pinggulnya ke atas hingga gadis itu mengeluarkan rintihan sekaligus desahan nikmatnya. Dia juga bergerak naik turun untuk menyeimbangkan gerakan.
"Ahhh......ahhhh.....ahhhhh....."
Suara desahan mereka terdengar semakin keras diiringi suara kulit basah yang beradu. Mobil pun terasa bergoyang hebat akibat gerakan mereka. Hannie mencengkram erat bahu Kyuhyun sementara pinggulnya dicengkram erat oleh tangan pria itu. Mereka saling bertatapan dengan penuh cinta sekaligus gairah. Di bawah sana gerakan kejantanan Kyuhyun makin cepat dan kuat membentur titik nikmat Hannie.
Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan gerakannya. Pria itu kemudian membuka pintu mobil dan membopong tubuh Hannie yang ada di pangkuannya keluar dengan pusat tubuh yang masih menyatu.
"Oppa....ap...apa yang...kau lakukan?" Tanya Hannie gugup saat mereka sudah berada di luar dengan keadaan yang tidak senonoh. Gadis itu benar-benar khawatir aksi mereka akan terlihat seseorang. Walau pantai ini sepi karena malam hari, bukan berarti kemungkinannya tidak orang yang datang kemari. Bercinta dalam mobil tadi saja dia sudah khawatir ada yang melihat apalagi di luar begini. Lagipula Hannie baru sadar kalau Kyuhyun sekarang hanya memakai kemejanya yang sudah terbuka kancingnya hingga dadanya yang putih pucat terlihat. Sementara celananya sudah terlepas sama sekali. Gadis itu jadi bertanya-tanya sejak kapan suaminya menyingkirkan benda itu.
Kyuhyun terus terus berjalan sambil membopong Hannie hingga ke bagian depan mobil. Lalu pria itu menaruh tubuh istrinya di atas kap mobil. Dan setelah tubuh mungil itu terbaring pasrah dengan kaki tetap memeluk pinggulnya, Kyuhyun yang dalam posisi berdiri di depan kap mobil kembali menggenjot Hannie dengan liar.
Gadis itu hanya pasrah menerima setiap hentakan dari tubuh Kyuhyun di bawah sana. Dia merasa suaminya tidak akan bisa dihentikan lagi. Dia hanya berharap semoga tidak orang lain selain mereka yang ada di pantai yang sedang sepi ini. Apalagi sejujurnya dia juga menikmati percintaan ini. Di tempat terbuka dengan kekhawatiran ada yang melihat dengan kenikmatan yang terus mendera sekujur tubuhnya terutama yang paling intens adalah pusat tubuhnya di bawah sana. Sensasinya benar-benar luar biasa. Hannie merasa dia sudah ketularan kemesuman Kyuhyun.
"OHHH......AHHHHH.....OPPAAAHHHH........"
"AHHH.......ARGHHHH.....HANNIE-AAHHHH....."
Jeritan kepuasan pun akhirnya datang dari keduanya setelah beberapa lama bergerak saling mencari kepuasan dan akhirnya berhasil mendapatkannya. Keduanya lalu saling tatap dengan nafas terengah-engah. Senyum pun mengembang di bibir ke duanya. Dan mereka pun saling melumat, mencium dengan penuh cinta. Setelah melakukan french kiss beberapa lama mereka pun kembali bertatapan dengan intens.
"Aku mencintaimu." Kata Kyuhyun lembut.
"Aku juga mencintai oppa." Balas Hannie.
Beberapa saat kemudian
"Ternyata memandangi bintang itu menyenangkan juga. Aku terlalu sibuk mengurusi CHO Grup jadi tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti ini. Padahal justru hal-hal kecil seperti ini yang bisa menyegarkan kembali pikiran kita setelah sibuk dengan urusan hiruk pikuk dunia. Kau beruntung bisa sering-sering menikmati hal seperti ini." Kata Kyuhyun sambil memandang ke atas.
"Oppa juga bisa melakukan hal seperti ini. Asal berusaha meluangkan waktu sedikit saja untuk melakukan hal-hal kecil tapi menyenangkan. Jangan selalu serius dan tenggelam dalam pekerjaan. Karena selama manusia hidup pekerjaan itu sebenarnya tidak akan pernah selesai. Selesai pekerjaan yang 1 maka akan datang pekerjaan lain. Kalau tidak pandai membagi waktu dan maunya hanya kerja tanpa istirahat maka tidak terasa tahu-tahu sudah tua dan tidak sempat menikmati hidup." Kata Hannie menimpali.
Kyuhyun terkekeh geli. "Kau benar. Ada yang mengatakan terlalu sibuk dengan pekerjaannya tanpa memikirkan istirahat maka akan cepat tua. Aku rasa mungkin karena terlalu serius bekerja jadi masa mudanya terlewat begitu saja. Tidak terasa dan tahu-tahu sudah tua dan orang itu menganggap cepat sekali dia tua nya padahal dia merasa tidak pernah menikmati masa mudanya." Kata pria itu lagi yang langsung diangguki Hannie. Dan mereka pun bersama-sama memandang ke arah langit.
Di atas hamparan pasir putih di tepi pantai Hannie duduk menghadap pantai sementara Kyuhyun duduk di belakangnya sambil memeluknya. Tubuh mungilnya berada di antara kedua kaki panjang pria itu. Kepalanya bersandar pada dada bidang suaminya. Hannie sudah memakai gaunnya kembali dengan benar walau tanpa celana dalamnya yang sudah jadi robekan kain akibat keganasan Kyuhyun. Kyuhyun juga sudah memakai kembali celana dalam dan celana panjangnya kembali. Walau kancing atas kemejanya tetap dia biarkan terbuka. Selesai melalui percintaan panas tadi kini mereka berdua duduk-duduk menikmati udara laut dan deburan ombak yang memecah di pantai ditambah taburan bintang di langit malam yang cerah. Malam yang sempurna bagi Hannie. Mungkin bagi Kyuhyun juga.
"Oh iya tiba-tiba aku jadi terpikir sesuatu." Celutuk Kyuhyun.
"Apa itu?" Tanya Hannie heran.
"Sepertinya lagi-lagi aku mengajakmu bercinta di hadapan mendiang orang tuamu. Haah..... mereka mungkin mencapku sebagai menantu mesum." Keluh Kyuhyun sambil meletakan kepalanya ke bahu terbuka Hannie.
"Ish oppa." Hannie memukul pelan kepala suaminya sambil terkekeh geli.
"Oh iya Hannie-aa. Tindakanmu di pesta saat menyelamatkan aku dari kepungan para wanita genit tadi benar-benar keren." Kata Kyuhyun lagi. Dia juga mengubah posisi dengan dagu yang kini menempel pada bahu gadis itu.
"Oppa suka? Apa tadi sudah cukup menakuti mereka?" Tanya Hannie.
"Yah lumayan. Untuk gadis lembut sepertimu itu sudah bagus. Walau sebenarnya masih kurang seram. Tapi cukup efektif untuk menyingkirkan mereka itu." Sahut Kyuhyun.
"Baiklah. Lain kali aku akan lebih seram lagi kalau sampai ada yang menggoda oppa. Tidak ada yang boleh mengganggu oppa. Karena oppa hanya milikku dan anak-anakku." Tegas Hannie sambil menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang masih meletakan dagu di bahunya. Pria itu juga sedang menatapnya. Mereka pun saling bertatapan dengan jarak dekat.
"Kalau begitu aku tunggu." Bisik Kyuhyun lembut. Pria itu mengecup singkat bibir Hannie lalu menempelkan pipinya pada pipi gadis itu. Dan mereka pun kembali menikmati suasana malam dari tepi pantai.
"Semoga disini sedang terbentuk adiknya Geun-ah dan Hyun-ah." Celutuk Kyuhyun lagi sambil mengusap-usap perut rata Hannie.
"Iya. Semoga saja." Sahut gadis itu membenarkan. Dan mereka pun tertawa bersama.
Dari apa yang dia alami akhir-akhir ini Hannie mengerti 1 hal. Terkadang menunjukan cinta itu tidak cukup dengan kata-kata romantis. Atau dengan tindakan romantis. Mengungkapkan kecemburuan secara terang-terangan saat pasangan didekati pihak lain juga termasuk menunjukan cinta. Karena dari sana akan terlihat seberapa perduli kita terhadap pasangan kita. Bahwa kita merasa memilikinya. Daripada hanya diam dan memendam sendiri malah mengesankan kita mengabaikan pasangan dan tidak merasa memiliki. Tapi tentu saja dengan kadar yang pas. Karena sesuatu yang berlebihan juga tidak baik.
Dan Hannie juga sadar kehidupan mereka ke depan masih panjang. Dia tidak tahu masalah apa lagi yang akan datang pada kehidupan pernikahannya bersama Kyuhyun. Tapi dia percaya dia bisa melaluinya. Dengan tempaan kehidupannya yang dia lalui dengan pernah menjadi istri ke-2 pria itu, diinginkan secara seksual oleh madunya dan kemudian meski sudah menjadi istri satu-satunya pun masih saja harus menghadapi pandangan negatif orang-orang terhadap dirinya. Hannie percaya dia akan melalui semuanya. Seperti dulu dia pernah percaya suatu saat jalannya akan bertemu jalan Kyuhyun. Dan itu sudah terbukti.
END
There are no comments yet. Log in to be the first to leave a review!





