Fanfics

Wrong?

01:16, 7 June 2017

Sebelumnya maaf bila ada typo dalam cerita ini.Enjoy baby..

Fanfiction by jkookie

Peluhnya kembali membasahi pelupuk mata. Mewakili segala rasa kepedihan yang menghujaminya tanpa ampun. Meringkuk di atas lantai yang dingin. Tangannya bergerak mememluk lutunya sendiri. Seraya menenggelamkan wajahnya disana. Kepalanya hampir pecah karena kalimat yang lolos terekam begitu saja.

Sadari apa kesalahanmu, baru aku mau bicara padamu.

Sejak munculnya kalimat itu. Dengan mudahnya rekaman yang tertanam benaknya terus berputar. Tanpa disuruh, tanpa diaba-aba.Secara otomatis membuat air matanya bekerja.

Tidak sepenuhnya mengerti, ia juga tidak mudah memahami perkataan dominannya.Dia hanya seorang laki-laki kecil bagi kekasihnya.

"A-aku pikir, hanya masalah kecil. Dia saja yang menganggapnya s-serius.." gumamnya pelan.

Meski meringkuk sendirian tetap saja Ia memelankan suaranya dalam kamar itu. Sekecil apapun suaranya tetap menggema. Sampai pintu kamar terbuka,

Memperlihatkan Jungkook dengan kemeja hitam dan tas punggung yang setia melekat. Ditambah dengan wajah lelahnya.

Jimin mengangkat wajahnya menatap Jungkook,lalu mengusap hidungnya.Berdiri dan memainkan jari kecilnya.

Atau bisa saja, serius..

"Jungkook.."

Jungkook menoleh pada sumber suara, tidak terlalu memperhatikan karena dia baru saja meletakkan tas dan menanggalkan kemejanya.

"Aku... M-minta maaf" lirihnya dengan tertunduk. Tidak berani menatap. Jungkook masih berganti pakaian. Melepas sepatunya

Tiba-tiba Jimin merasakan sebuah tangan berukuran lebar menyentuh puncak kepalanya. Mengusapnya pelan memberi ketenangan.

Diam.

Lalu tangan itu berhenti mengusap, dan tak lagi menyentuh puncak kepalanya.

"Jungkook marah padaku, sampai sampai tidak ingin bicara..."

Jimin menutup wajahnya dengan kedua tangannya sendiri. Membenamkan air matanya.Jungkook dapat mendengar isakan kecil Jimin.

Jungkook memeluknya. Menempelkan kepala Jimin pada dadanya. Memeluk punggungnya, tangan yang lain mengusap kepalanya.

"K-kukii~"

"Ung.. Jungkook, tidak mau bicara kenapa memelukku"

Pelukkannya pada Jimin merenggang, Jimin mengadahkan wajahnya menatap Jungkook. Pula sebaliknya.

Menunduk mengamati wajah Jimin. Lekat-lekat kemudian Jungkook merendahkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada Jimin.

Chu••

Blush. Jimin memerah. Jungkook mencium mata Jimin. Jimin dapat melihat sisa air matanya ditepi bibir Jungkook.

"Siapa yang membolehkanmu menangis?"

..

Ung?

..

Jimin menunduk kembali. Menyenderkan kepalanya didada Jungkook.

"Tidak ada.."

"Lalu kenapa menangis?"

"Jungkook!~" Jimin menggenggam tangan Jungkook erat.

"Aku tahu kesalahanku.. Maaf"

.

.

.

.

.

"Begitu aku pulang ke Busan, aku tidak pernah menghubungimu. Hingga aku kembali, aku lupa menyapamu dan langsung tidur. Tidak menyiapkanmu makan, tidak menyiram bunga yang kau sukai.."

"And then?" Tanya Jungkook santai.

"Aku sungguh minta maaf!—" Jimin memeluk Jungkook,

"Lalu tidak mau bicara padaku, Jungkook sendiri yang mengatakannya tadi siang"

"Jadi..?" Jungkook memegang bahu Jimin.

"Tidak Jungkook, jangan berusaha melepas pelukannya!—"

"Jadi aku.. selama Jungkook pergi aku terus memikirkan kesalahanku, dan menangis seharian karena Jungkook mengacuhkanku mulai dari berangkat dan pulang dari kantor"

.

.

.

.

.

Jimin mengeratkan pelukannya. Sadar Jungkook tidak juga berbicara.

"Maafkan aku!~"

Jungkook kembali mengelus kepala Jimin. Memberinya ketenangan agar isakannya berhenti.

"Aku maafkan, tapi kau tidak boleh. Dilarang. Mengabaikanku, selagi kau pergi, lelah, ah— apapun itu..."

"Ah iya iya janji!!~" Jimin langsung memantapkan suaranya.

"Sekarang tidur. Tidak boleh menangis lagi"

Interuksi lembut Jungkook membuat Jimin kembali mengangkat wajahnya, menatap Jungkook dan sedikit berjinjit.

"Aku menyayangi Jimin hyung, aku tarik kataku. Aku hanya bercanda"

"Hum, aku juga menyayangi kukii"

Jimin sedikit kesulitan menggapai bibir Jungkook. Ingin mencium kiranya.

Kemudian Jungkook mengangkat tubuhnya, hingga Jimin dapat mencium bibir Jungkook lembut.

"Ah kukii, sadar aku pendek. Tapi jangan begini.. Aku malu"

"Aku tidak tega melihatmu kesulitan menciumku"

"Aih jahat.."

Jimin memukul pelan dada Jungkook.

"Tidur baby.."

Percakapan kecil itu ditutup dengan anggukan mantap Jimin.

End.

Heyyo, helo helo. Im backkk setelah lama bergelut dikelas IX kamvret akhirnya saia bebas wahaha. Dan sekarang baru sempat bikin ff pas puasa anjir.Sekian gitu aja lah takut kepanjangan :v

Jangan lupa vomment nee hehe. Salanghae readers😍

There are no comments yet. Log in to be the first to leave a review!

Similar stories