Fanfics

REALISME

18:02, 4 August 2016

Fanfiction by Jkookie

Aku tahu, aku tidak bisa menjadi kupu-kupu dihatimu. Karena kau kelelawar, notabenenya berbanding terbalik dengan kupu-kupu..

"Hei, kelelawar tidaklah buruk hyung. Kita dapat terbang bersama-sama"

Tapi siangku adalah madu. Dan malam mu adalah aktivitas. Bagaimana bisa kau mengatakan kita dapat terbang bersama?

"Hyung, meskipun berbeda tapi kita akan tetap bersama. Jika malammu adalah kedamaian maka aku akan terbang menghampiri kedamaianmu"

Bisakah untuk tidak membicarakan hal yang tidak mungkin terjadi? Kita berbeda, kita tidak bisa terbang bersama...

"Yakinkan hyung. Kita dapat terbang bersama lagi"

Berjanjilah untuk menungguku. Jangan singgah, awasi aku dari balik cermin ajaibmu. Aku benar merindukan Kookie... aku mencintaimu

"Aku juga mencintai hyung.. maaf karena malamku menyebabkan hyung sendirian sekarang"

Lupakan saja. Aku tahu ini semua rencana Tuhan. Jadi aku bisa menerimanya.

"Jangan menyerah hyung"

.

.

.

.

.

.

Bukan seperti kenyataan yang haus akan ke-egoisan. Terus hidup membuatnya mengerti bagaimana alur kehidupan. Selang rotasi bumi yang terus berputar, Ia sadar harus memyadari sebuah kesungguhan didalamnya. Jimin tahu, tidaklah sulit menemukan kebahagiaan yang terselip diantara seribu kesedihan. Ditinggalkan oleh Jungkook. Kelelawar kesayangannya.

Jungkook, aku ingin kita dapat terbang bersama lagi

.

.

.

.

.

.

"Hyung, bangun! Gak sadar nih Kookie tungguin dari tadi?"

"Hyung banguuuun!!!!!!!!!"

Yang dibangunkan pun akhirnya memberikan respon. Mengerjapkan matanya ketika tubuhnya terduduk.

"Huaaahh... kenapa ini? Kenapa aku menangis?" Kata-nya sambil mengusapkan mata.

"Pasti mimpi lagi?"

.

.

Jimin sadar, ternyata Ia tidak lebih dari partikel kecil yang mudah terhempas tanpa adanya Jungkook. Bagi Jimin, Jungkook adalah hidupnya. Seperti kelelawar yang selalu menemani kedamaian kupu-kupu.

"Kookieee....." Jimin memeluk Jungkook. Sangat erat.

"Eh, kenapa hyung?"

"Aku mencintaimu kookie, Jangan tinggalkan aku..."

Pandangan Jungkook meredup. Merasakan dekapan Jimin yang begitu menenangkan. Nyaman, hangat, dan damai. Itu yang Jungkook rasakan bersama Jimin jika seperti ini. Lalu Jungkook juga mengikuti.

"Hyung, aku juga mencintaimu.. tapi jangan terlalu pikirkan aku, Nanti hyung mimpiin aku lagi"

"Em, biar saja. Aku hanya seperti lebih menyukai Kookie jika didalam mimpi"

"Oh jadi hyung gak suka kalau aku yang didunia nyata begitu?"

"Ah tidak juga! Aku mencintai Kookie yang seperti ini"

"Hm, aku tahu. Tapi hyung, lepaskan pelukanmu sekarang"

"Tidak mau, bilang saja Kookie ingin dipeluk lebih lama" Jimin mendongak, memandang wajah Jungkook.

"Tidak juga"

"Mu-na-fik"

"Huh? Baiklah"

Cup! . . .

"Kookie, kenapa seenaknya begitu!" Jimin melesat memundurkan tubuhnya hadapan Jungkook.

"Bibir hyung manis, Kookie suka"

"Tidaaaakkkk !!!"

"Hehe, maaf deh hyung"

Jungkook kembali memeluk Jimin dengan sangat erat kali ini. Rasa sayang yang Jimin berikan pada Jungkook membuat hatinya mencair seperti lelehan keju. Kelelawar Jimin telah kembali.

END.

Apa ini -_-

There are no comments yet. Log in to be the first to leave a review!

Similar stories